iklan sponsor

iklan sponsor

PONSEL SMS GRATIS AND KOMPUTER Headline Animator

PONSEL SMS GRATIS AND KOMPUTER

Selasa, 21 Agustus 2007

Ponsel 1 Jutaan Buat Anak Sekolahan

Tahun ajaran baru, bagi orang tua memang saatnya mengeluarkan dana lebih. Di sisi lain, kebutuhan komunikasi untuk anak dengan orang tua tidak boleh terputus. Nah, sekarang, bagaimana caranya agar komunikasi lancar dengan budget yang terbatas agar pendaftaran sekolah tak terkendala. Berikut beberapa ponsel pilihan yang bisa dijadikan referensi untuk komunikasi dengan si buah hati yang harganya di bawah satu juta-an. Kriterianya, ponsel tersebut haruslah memiliki layar warna, dan ada fasilitas musik seperti pemutar MP3 atau radio FM. Nokia
Selain ponsel hi-end, vendor asal Finlandia ini juga rajin mengeluarkan ponsel untuk kalangan menengah ke bawah. Banyak sekali pilihan yang diberikan, kebanyakan modelnya sangat simpel. Dan sebagian besar sudah dilengkapi dengan kamera terintegrasi meski kualitasnya masih VGA. Namun hal itu bukanlah sebuah kekurangan, mengingat kontribusinya hanyalah sebagai pelengkap saja.
Nokia 6080, bodi lumayan kecil, 105.4 x 44.3 x 18.6 mm dan dengan berat 91 gram. Pas digenggam, dan cukup ringan untuk masuk saku celana. Fitur yang ada di dalamnya sangat sederhana, maklum saja karena menggunakan sistem operasi Java. Dengan dilengkapi radio FM, sangat tepat sebagai teman belajar seusai pulang sekolah. Tambahan kamera digital di belakangnya mampu untuk merekam klip video dengan resolusi QCIF.
Selain 6080, dibawahnya lagi ada 6030 yang juga mengunakan OS Java. Tidak ada kamera sehingga harganya lebih murah dan lebih aman untuk anak-anak. Fitur koneksinya sangat minim, hanya menggantungkan pada koneksi USB dan untuk browsing internetnya masih kurang cepat karena menggunakan GPRS class 6, lain dengan 6080 yang sudah class 10. Layar kecil 128 x 128 pixels mampu menampilkan gambar hingga 65 ribu warna.
Dengan kamera VGA, tapi harganya di bawah 6080. Apalagi ponsel yang dijuluki dengan Super Lengkap ini masih terbilang baru. Koneksinya sudah dibekali dengan infrared dan USB. Mampu memutar musik dan video serta dibekali dengan radio FM stereo. Kombinasi warnanya sangat cantik, putih dengan sedikit strip merah. Mengingatkan pada model 5300 Xpress Music. Tapi sayangnya, hanya dibekali dengan memory internal 4MB saja. Tidak banyak lagu atau aplikasi lainnya yang bisa disimpan.
Nah, ponsel yang dibundling dengan video klip soundtrack Melly ini pas buat anak muda. Kirim nomor IMEI Nokia 2626 ke web site Nokia Indonesia lalu dapatkan klip video Melly Let’s Dance Together. Untuk menggantikan pemutar musik MP3, disediakan radio FM. Bodinya sangat kecil, sekecil memory internalnya yang hanya 2MB. Nokia 2610 desainnya hampir sama dengan 2626, hanya saja tidak dilengkapi dengan radio FM. Nokia 2310 dan 1600 juga hampir mirip. Jika pada 2310 ada radio FM, 1600 tidak ada. Dengan kata lain, 1600 adalah sekedar ponsel dengan layar warna yang harganya sangat murah.
Sony Ericsson
Perkembangan teknologi ponsel pada Sony Ericsson memang cukup cepat. Namun, vendor hasil kolaborasi Jepang-Swedia ini juga tak mau kehilangan pangsa pasar di kelas low-end. Biasanya, ponsel SE yang berada di kelas bawah ini diberi kode J atau K. Bukannya seri K adalah seri untuk ponsel kamera? Memang ada benarnya, ponsel kamera SE juga ada yang berada di level bawah.
Diawali dengan K320i, desainnya sangat sederhana. Khas Sony Ericsson dengan joystick di tengahnya. Bodi yang berukuran 101 x 44 x 18 mm serta bobot 82 gram ini pas digenggam dan nyaman. Kamera? Masih berkekuatan VGA serta mampu untuk merekam video. Memory internalnya cukup besar, sekitar 15MB. Selain itu, K320i juga bisa memutar file musik dengan format MP3 dan AAC serta file video MPEG4. Sarana koneksinya lengkap, ada Bluetooth, Infrared dan USB.
Ingin yang lebih murah lagi? Ada K200i yang harganya selisih sekitar 100 ribu di bawah K320i. namun, pengurangan harga juga mengakibatkan pada pengurangan fitur. Hilangnya Bluetooth menjadi kendala tersendiri meski infrared masih ada. Serta kapasitas simpannnya yang berkurang menjadi hanya 2MB saja. Fitur lainnya masih standar. Untuk seri J, pilihannya cukup banyak. Ada J230i dengan bodi mungil dan radio FM, J220i yang fiturnya sama dengan J230i minim radio, serta J100i yang fiturnya sangat minim namun layar sudah 65 ribu warna.
Samsung
Untuk kelas pemula, Samsung menyediakan ponsel dengan jajaran seri C. Vendor asal negeri Ginseng ini juga tak mau melepaskan begitu saja kaum pemula, meski produk hi-technya banyak yang keluar. Diantara ponsel C series tersebut adalah C300, C260, C250, C230, C170, C160, C140, C130, serta C120.
C300 adalah pendatang baru dengan desain sliding, cantik dan menawan. Bodi imut, tampil mewah ala pendahulunya, D500. Namun, kemewahan hanya sebatas tampilan luarnya saja, fiturnya sangat minim. Tanpa kamera, ponsel ini hanya memiliki memory internal 2MB saja. Kapasitas phone book sudah lumayan banyak, mampu menampung seribu kontak.
Samsung C260 dan C250 mengusung desain lipat atau clamshell. Sepintas memang nampak sama, namun perbedaan ada di logo Samsung. Untuk C260, logo berada di bagian atas, sedangkan untuk C250 ada di bawah. Selain logo, perbedaan juga ada di segi fitur. C250 sudah dibekali dengan radio FM, dan tentunya harga juga agak mahal sedikit dari C260.
C170, C160, C140, C130, dan C120 lebih sederhana. Candy bar dengan tampilan yang berbeda, sesuaikan dengan keinginan. Untuk C170, C160, dan C140, ketiga ponsel ini adalah keluaran terbaru. Sebenarnya, C170 dan C160 adalah ponsel yang sama. Sama-sama dibekali dengan radio FM dan memory internal yang sangat kecil 600kB serta tidak ada sarana koneksi. Perbedaan ada pada warna bodi dan desain keypadnya saja. Untuk C170 keluar dengan warna merah, sedangkan untuk C160 keluar dengan warna hitam dengan desain keypad mirip RAZR. Harga keduanya tak terpaut jauh.
Motorola
Motorola lebih rajin lagi mengeluarkan ponsel low end. Banyak pilihan, W220, W209, W205, L6, F3, C261, C168, dan C139. Desain clamshell W220 cukup menarik dengan layar eksternal yang tersembunyi. Layar ini tidak sama dengan ponsel lainnya, hanya sebagai indikator saja, untuk menunjukkan jika ada pesan masuk, status baterai, dan panggilan tak terjawab. Minimalis cantik plus radio FM.
W209, dan W205 sama-sama menggunakan desain candy bar. Keduanya memiliki fitur yang sama dan dengan harga yang tidak jauh berbeda. Keduanya juga dibekali dengan radio FM yang pas dinikmati dimana saja dan kapan saja. Fiturnya sangat standar, pas untuk kaum pemula namun menginginkan ponsel gaya. Motorola F3 bodinya sangat tipis, kurang dari satu sentimeter atau tepatnya 9 mm. fitur standar tanpa ada tambahan radio maupun kamera. L6 lebih canggih lagi, sudah ada kamera VGA plus sarana koneksi Bluetooth namun memory internalnya hanya 1.5MB saja.
Desain Motorola C261 tidak kaku dengan pilihan warna dinamis. Tambahan kamera VGA di belakang bodi menjadi bonus yang layak dibanggakan karena ponsel ini bisa ditebus dengan harga sekitar setengah juta saja. C168 sudah ada radio, ponsel ini menjadi pesaing ketat SE J230i yang juga sama-sama dibekali dengan radio. Dengan dana menipis, ternyata masih bisa kok untuk memiliki ponsel imut seperti C139. Layar TFT-nya mampu menyajikan gambar dengan kedalaman warna hingga 65 ribu warna.
LG
Vendor Korea ini rajin sekali mengeluarkan produk mewahnya dengan desain yang menawan, khususnya mengkilat dengan ponsel Chocolate. Tapi untuk kelas bawah jangan khawatir, sudah disediakan kok, bahkan ada yang baru. Namanya LG KG270. ponsel dengan harga setengah jutaan ini sudah dibekali dengan radio FM. Kecil dan ringan, pas digenggaman tangan, namun bentuknya kurang menarik. Terkesan biasa saja, kotak. Sama halnya dengan KG190, namun sudah ditambahkan kamera VGA dan radio FM. Harganya jauh berbeda.
Yang lainnya, ada KG110 yang desainnya agak oval seperti Samsung. Fiturnya sangat sederhana, pas buat pemula. Meski bukan keluaran baru, ternyata LG B2150 bisa dijadikan pilihan alternatif pecinta LG. Desainnya dinamis dengan tambahan kamera VGA di belakangnya. Minus kamera tapi ada radio FM, itulah B2070. Desain bodinya hampir sama dengan ponsel Siemens. Harga? Selisih sedikit dengan B2150.
Philip
Mungkin sangat sedikit pengguna ponsel yang memiliki Philip. Selain kurang gencar mengeluarkan produk baru, juga dikarenakan layanan purna jualnya yang kurang memadai. Entah itu harga jual kembalinya yang anjlok, atau busa juga spare part yang jarang ditemui di pasaran. Ponsel Philip low end yang bisa dipertimbangkan adalah Philip Xenium 9@98. Tak ada kamera maupun radio FM di dalamnya, namun desainnya sangat manis dengan dimensi 107 x 45 x 19.2 mm dan bobot 94 gram.
Ponsel Lain
Selain merek-merek terkenal, masih banyak juga vendor lain yang mencoba peruntungannya di kelas low end. Misalnya Haier, ZTE, maupun Sanex yang telah lama terjun di jaringan CDMA. Ponsel-ponsel Black Market (BM) juga bisa jadi alternatif pilihan, karena masuk tanpa pajak jadi harganya bisa sedikit miring. Namun hal itu juga menjadi kendala untuk layanan purna jualnya.

sumber : www.newsponsel.com

1 komentar:

Arif.Ust mengatakan...

terima kasih banyak.Artikelnya bagus apalagi kata-katanya menarik menambah wawasan dan pengalaman saya trims ya…lanjutkan artikelnya saya tunggu. Mampir ke blog saya dunk saya biz posting tadi. ini alamatnya http://arifust.web.id jangan lupa komentarnya buat artikel saya.

please click donk


Agloco Banner by AglocoBanners.com

banner

banner

BIODATA

sukoharjo, jawa tengah, Indonesia
gue cuma anak sekolah yang gak tahu apa-apa tentang kehidupan ini tapi saya mencoba untuk mempelajari kehidupan demi terwujudnya cita-cita.